Salah Kaprah Asuransi Critical Illness

Close

Health insurance or love conceptTulisan ini merupakan rangkuman dari tulisan Guru Saya yaitu Aidil Akbar Madjid.

Sebagai seorang Perencana Keuangan Independen, sudah menjadi kewajiban untuk menyampaikan informasi yang benar dan apa adanya ke masyarakat umum. Independensi tersebut memberikan keleluasaan saya untuk melihat produk-produk keuangan dan investasi dari sudut mana pun, serta memberikan informasi kelebihan maupun kekurangannya tanpa ada yang harus disembunyikan. Itulah yang seharusnya diketahui oleh masyarakat umum, agar masyarakat lebih bisa memilih dan membuat keputusan keuangan dengan lebih tepat lagi.

Salah satu produk yang sering membuat saya gusar dan geram karena banyak sekali salah mengerti alias salah kaprah adalah menyangkut ke produk asuransi tambahan yang dikenal di masyarakat dengan sebutan Asuransi Penyakit Kritis.

Sejujurnya saya sendiri kurang mengerti dari mana asalnya terjemahan tersebut yang menurut saya pribadi salah dan membingungkan banyak orang. Di dalam dunia asuransi terdapat produk ‘asuransi tambahan’ yang bernama Critical Illness. Sekilas kalau diterjemahkan secara gamblang begitu saja maka terjemahan dari kata Critical artinya Kritis sementara Illness bisa berarti penyakit. Permasalahannya justru di sini letak kesalahpahamannya.

Saya sudah bertanya ke banyak dokter dan orang yang paham tentang kesehatan tentang sebuah penyakit yang bernama Kritis, dan jawabannya selalu sama, yaitu tidak ada penyakit bernama kritis. Lalu saya tanya lagi, bagaimana dengan penyakit Jantung, Stroke, Darah Tinggi, Kanker dan lain-lain. Jawaban yang saya terima juga sama, bahwa beberapa jenis penyakit yang disebutkan tadi sering dibilang sebagai penyakit yang ‘mematikan’ atau penyebab kematian tertinggi di Indonesia, tapi bukan disebut dengan kritis atau bahkan diberi nama penyakit kritis.

Itulah sebabnya, untuk menghindari kesalahpahaman, saya selalu menyebut ini dengan nama aslinya yaitu Critical Illness, bukan terjemahan dalam bahasa Indonesianya. Lalu apa sebenarnya Critical Illness Insurance tersebut? Kalau diperhatikan baik-baik yang dimaksud dengan Critical di sini adalah suatu kondisi dari kata sesudahnya yaitu penyakit.  Yang artinya, dengan kata lain adalah: Critical Illness Insurance adalah suatu asuransi yang akan membayarkan klaim anda ketika kondisi penyakit yang anda derita telah didiagnosa dalam keadaan KRITIS.
Bingung? Coba buka polis asuransi Anda dan baca baik-baik kondisi kritis seperti apa yang jadi syarat perusahaan asuransi sebelum Anda bisa klaim Critical Illness Insurance. Silahkan ditanyakan ke dokter langsung untuk konfirmasi hal ini. Jadi, apa yang dimaksud dengan kritis? Adalah kondisi di mana kita sudah kena suatu penyakit dengan kondisi yang parah, harapan hidup tipis, biasanya sebelum ajal menjemput.  Jadi kalau mau tahu apa saja yang di-cover alias dilindungi dari Critical Illness ini, kuncinya adalah ada di dalam buku polis Anda, oleh sebab itu diwajibkan membaca polis Anda karena trik dan rahasianya terletak di dalam polis.

Sedikit contoh yang mudah untuk dilihat dan dipelajari dan yang paling mudah diidentifikasi adalah sakit kanker. Di dalam kebanyakan polis Critical Illness biasa disebutkan bahwa pembayaran klaim baru bisa dilakukan apabila Anda sudah tervonis terkena penyakit kanker yang sudah termasuk dalam kategori Tumor Ganas yang menyebar. Usut punya usut, ketika ditanyakan ke beberapa dokter, bahwa yang dimaksud dengan kata tumor ganas menyebar yang disebutkan di dalam polis tersebut adalah kanker yang biasanya termasuk di dalam kategori kanker stadium 4.

Dengan kata lain, kalau Anda baru terdiagnosa Tumor jinak atau bahkan Kanker stadium 1 dalam kasus asuransi Critical Illness regular berarti klaim Anda tidak akan dibayar duit anda tidak dibayar alias tidak keluar, karena masih belum masuk definisi yang tertera di polis. Oleh sebab itu sebaiknya berhati-hatilah.

Dengan kata lain, ketika anda sudah mempunyai asuransi Critical Illness sekalipun dan anda baru terkena diagnose stadium awal (dalam hal ini contohnya penyakit Kanker), karena klaim asuransi Anda tidak dibayar, berarti Anda harus mempersiapkan dana sendiri untuk membiayain pengobatan penyakit Anda, atau bisa juga dengan menggunakan asuransi kesehatan.

Nah, ketika mengetahui bahwa asuransi Critical Illness memiliki kekurangan dan melihat kondisi di atas, maka kemudian perusahaan asuransi membuat produk asuransi baru untuk Critical Illness ini yang ‘katanya’ bisa klaim lebih cepat, namanya Early Critical.
Nah, dalam asuransi jenis inipun saat ini sudah mulai ditemui banyaknya keluhan dari masyarakat. Apa penyebabnya?

Lagi-lagi salah kaprah alias salah mengerti yang menyebabkan masyarakat salah ketika mengambil asuransi jenis ini. Kata-kata alias nama Early Critical Illness diterjemahkan dan dipersepsikan oleh banyak orang sebagai asuransi kritis yang membayar klaim ketika anda langsung terkena atau terdiagnosa penyakit dalam kondisi stadium awal, misalnya cancer stadium 1. Padahal ternyata sering terjadi kenyataannya tidak demikian.  Keluhan yang bisa dibaca di beberapa surat kabar dan media lainnya disebutkan bahwa ternyata klaim yang diajukan oleh nasabah tidak dibayarkan karena setelah dicek ternyata klaim akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi dari produk Early Critical ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi alias harapan masyarakat yaitu stadium awal.

Perusahaan asuransi di dalam polisnya memang seakan-akan menyebutkan seperti itu, akan tetapi mereka memberikan terminology-terminology medis yang ternyata sering kali berbeda dengan terminology medis pada umumnya. Beberapa keluhan menyebutkan terminologi yang berbeda tersebut merugikan masyarakat.

Dengan kata lain, persepsi sebagian besar masyarakat terhadap produk ini akan “menolong” dan membayarkan klaim ketika terdiagnosa/teriindikasi di stadium awal (misalnya stadium 1), akan tetapi kenyataannya terminologi yang dipergunakan di dalam polis asuransi justru menunjukan bahwa itu terminologi untuk stadium 2 ataupun stadium 3 (setiap asuransi berbeda-beda).

Akibatnya bisa ditebak bahwa perbedaan terminologi antara medis dan apa yang disebutkan di dalam polis menyebabkan banyak nasabah tidak bisa mengajukan klaim pada perusahaan asuransi.

Sekali lagi, saya anjurkan untuk berhati-hati ketika membeli produk asuransi ini atau jenis apapun. Kata kuncinya terletak pada polis asuransi.

Oleh sebab itu pelajari polis asuransi Anda dengan baik dan seksama. Tanyakan secara detil apa saja yang akan di-cover dan apa saja yang tidak, seperti yang tercantum di dalam polis.

Apabila anda tidak setuju dengan pernyataan di polis, maka anda bisa membatalkan polis Anda atau menunda pembelian asuransi Anda. Jadilah nasabah yang cerdas dalam membeli produk keuangan sehingga tidak sampai terjadi penyesalan di kemudian hari.